51. ASY SYAHID (Dzat Yang Maha Menyaksikan) Setelah semua manusia dibangkitkan, maka semua manusia akan menuju padang mahsyar. Semua manusia akan menuju ke satu tempat untuk diperhitungkan seluruh amal baik dan buruknya. Dan Allah akan menyaksikan semua perbuatan manusia selama hidup didunia. Semua manusia pada waktu itu tertunduk dan dilanda ketakutan yang sangat. Karena pada hari itu Allah Ta’ala akan berdiri dengan keadilanNya. Semua manusia dengan tunduk dan patuh akan berjalan menuju pengadilan Allah Ta'ala dengan membawa seluruh amal perbuatannya. Baik amal perbatan yang baik maupun amal perbuatan yang buruk. Walaupun dosa sekecil zarrah akan kita pertanggung jawabkan dan sedikitpun kita tidak bisa mengelak dariNya. Oleh sebab itu selagi masih ada kesempatan, bersegeralah bertaubat kepadaNya serta meperbaiki diri. Pada waktu yang lapang pergunakanlah untuk melakukan amal ibadah sebanyak-banyaknya dan pada waktu yang sempit pergunakanlah untuk melakukan amal-amal sholeh. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak perbuatan baik yang telah kita lakukan, dan seberapa banyak perbuatan dosa yang telah kita kerjakan? Yang kesemuanya itu akan kita pertanggung jawabkan kelak dihari kiamat. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa kepada-Mu. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa Allah Ta'ala Maha Menyaksikan semua amal perbuatannya, apakah amal yang baik atau amal yang buruk. Sehingga dia sangat takut jika banyak catatan amal buruk yang belum terhapus karena belum bertaubat dan sangat khawatir catatan amal kebaikannya masih sangat sedikit. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa akan bersungguh-sungguh melakukan amal-amal ibadah dan amal-amal sholeh walaupun kecil, dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meninggalkan dosa walaupun kecil. Karena dipadang mahsyar nanti semua orang sangat mengharapkan amal walaupun sangat kecil. Orang-orang yang bertaqwa didalam melakukan amal selalu berusaha untuk bisa melakukannya dengan sempurna sesuai dengan syareat yang telah ditentukan oleh Allah Ta'ala dan RasulNyaNya. Kemudian dia akan memohon kepada Allah Ta'ala agar amal-amalnya dapat diterima. Karena walaupun dia sudah berusaha untuk melakukannya dengan sempurna, akan tetapi karena kelemahan dan kebodohannya masih belum bisa sempurna. Dan dia juga selalu memohon ampun kepada Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya serta berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki dirinya agar dosanya dapat diampuni. Didalam salah satu hadits Qudsi Allah Ta'ala berfirman : “Wahai manusia, jangan sekali-kali engkau menganggap remeh amal-amal yang kecil, karena siapa tahu didalam amal yang kecil tersebut tersimpan ridho Allah Ta'ala. Dan jangan sekali-kali engkau menganggap remeh dosa-dosa yang kecil, karena siapa tahu didalam dosa yang kecil tersebut tersimpan murka Allah Ta'ala. Dan jangan sekali-kali engkau menganggap rendah manusia, karena Allah Ta'ala menyimpan wali-waliNya dikhalayak ramai. Dan barang siapa yang memusuhi wali-waliKu, maka dia menyatakan perang dengan-Ku”. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, bantulah kami agar kami dapat melaksanakan segala apa yang Engkau perintahkan serta meninggalkan segala apa yang Engkau larang. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal apabila dia telah berusaha untuk melakukan amal dengan sempurna dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meninggalkan dosa, maka masalah hasilnya dia serahkan kepada Allah Ta'ala. Dan dia sangat berharap agar amal-amalnya diterima dan dosanya diampuni. G. Sikap Orang Mukhlis Mungkin didunia ini dia akan melakukan amal-amal walaupun sangat kecil dan meninggalkan dosa-dosa walaupun sangat kecil, lalu dihina dan dicaci maki orang lain. Akan tetapi semua itu dia terima dengan ikhlas. Yang penting dia telah beramal dan menghindari dosa walaupun sangat kecil. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ As Syahid Apabila sudah menjadi kholifah, maka tawaran amal sekecil apapun akan ia ambil, dan kejahatan sekecil apapun akan ia hindari. Dengan kata lain dia sangat memperhitungkan dirinya dalam berbuat sesuatu. Jangan sampai dengan hal-hal sekecil apapun ia menjadikan Allah Ta'ala murka kepadanya. Karena ia sangat mengharapkan agar kiranya Allah Ta'ala ridho kepadanya. Kemudian terhadap sesama manusia, ia selalu mengajak manusia untuk mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar, serta membantu orang-orang yang akan berbuat kebajikan dan mencegah orang-orang yang akan berbuat dosa. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ As Syahid Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang dapat membantu manusia untuk bertaqwa kepada-Mu, membantu mereka menjalankan segala apa yang Engkau perintahkan serta meninggalkan segala apa yang Engkau larang. Agar manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya keslamatan itu hanya akan bisa diraih dengan ketaqwaan kepada-Mu.